Select Menu
» »Unlabelled » Saksi Lihat Alphard Tempat Ditemukannya Jasad Tuti dan Amalia Tengah Diparkir, Siapa yang Kemudikan?


taufik mou Oktober 26, 2021 0


Pengakuan baru diungkap seorang saksi mata kasus pembunuhan di Dusun Ciseuti, Desa/Kecamatan Jalancagak, Subang, Jawa Barat.

Saksi yang enggan disebutkan identitasnya itu menyebut sempat melihat mobil Alphard milik Tuti Suhartini (55) bergerak mundur di hari kejadian.

Mobil Alphard tersebut merupakan tempat ditemukannya jasad Tuti dan anaknya, Amalia Mustika Ratu (23), pada 18 Agustus 2021 lalu.

Saat itu, saksi tengah menaiki angkot dari arah Sagalaherang menuju Jalancagak sekira pukul 06.30 WIB.

Ia melihat mobil Alphard tengah diparkirkan di rumah Tuti.

"Saya waktu itu memang sedang naik angkot, cuman tiba-tiba angkot yang saya tumpangi berhenti secara mendadak," terang saksi, dikutip dari TribunJabar.id, Selasa (26/10/2021).

"Pas saya lihat ke depan ternyata ada mobil Alphard sedang parkir."

Saat itu, ia tak menaruh curiga melihat mobil Alphard tersebut parkir.

Saksi juga tak melihat sosok yang mengemudi mobil mewah itu.

"Mobil Alphard itu lagi mundur dari atas ke arah jalan raya terus kan ngalangin mobil angkotnya, abis itu saya fokus lagi main hp."

Ia menjadi saksi yang juga telah menjalani pemeriksaan di Polres Subang.

Menurutnya, saat itu kaca pada bagian sopir terbuka sedikit.

Namun, ia tak melihat secara jelas sosok sopir yang mengemudikan mobil berisi mayat ibu dan anak itu.

Yosef Tak Bisa Menyetir Mobil

Yosef menyebut bahwa mobil Alphard tersebut merupakan milik Tuti yang diberikan oleh dirinya. 

Di sana dia juga menyatakan bahwa dirinya tidak bisa mengemudikan mobil. 

"Kebetulan yang bisa bawa kendaraan itu hanya anak saya, Yoris. Terus terang saja saya enggak bisa bawa kendaraan," katanya. 

Dia juga turun menceritakan kronologi ketika dia sampai di TKP setelah menginap di rumah istri mudanya.

Dia menyebut sampai di TKP sekitar pukul 07.15 WIB. 

Ketika sampai di lokasi, Yosef juga mengaku melihat ada jejak ban mobil yang naik-turun di samping halaman rumah. 

"Kita kaget itu rumah sudah berantakan semua, langsung saya teriak-teriak memanggil anak dan istri," katanya. 

Pada saat itu Yosef belum mengetahui jika anak dan istrinya menjadi korban pembunuhan. 

Awalnya dia mengira jika mereka menjadi korban penculikan.

"Pada saat itu tidak tahu sama sekali."

"Saya langsung ke depan untuk menghampiri ujang (penjaga kebersihan."

Kemudian dia melaporkan ke Polsek Jalancagak atas situasi yang berada di rumahnya. 

Dia juga sempat mampir ke rumah Danu untuk memberi kabar. 

"Sebelum ke polsek, dibilangin dulu ke mamah angkatnya Danu, saya ngomong, 'wak, wak, di sana kayak ada penculikan'," katanya.

Baru kemudian dia melapor ke kantor polisi dan bersama polisi kembali ke kediamannya. 

Ketika dia sampai ke kediaman rumah, rumah TKP itu sudah ramai oleh warga. 

Pak Yosef sendiri disebutkan tidak lagi diizinkan masuk ke sana karena sudah di beri garis polisi.  (TribunWow.com)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar

Leave a Reply